This is default featured slide 1 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 2 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 3 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 4 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 5 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

Sabtu, 08 Agustus 2015

Lowongan Kerja Terbaru POLICY ADMINISTRATION OFFICER - LIPPO GENERAL INSURANCE, PT Tbk



Responsibilities
  • Bertanggung jawab terhadap penanganan penerbitan polis asuransi nasabah (new business & renewal)
Lowongan Kerja Terbaru
Lowongan Kerja Terbaru

Requirements
  • Fresh graduate dipersilahkan melamar (diutamakan pengalaman di bidang administrasi)
  • Menyukai pekerjaan di bidang administrasi
  • Menguasai dasar penggunaan Ms. Office (diutamakan penguasaan di Ms. Excel)
  • Mampu bekerja cepat
  • Kritis / tajam dalam analisa
  • Teliti dan akurat dalam pengerjaan tugas
  • Orientasi pada pelayanan dan solusi
  • Aktif berbahasa Inggris (nilai tambah)
  • Penempatan Kerja: Kantor LippoInsurance di Karawaci, Tangerang
Register

Lowongan Kerja Agustus CLAIM HEALTH OFFICER - LIPPO GENERAL INSURANCE, PT Tbk


Responsibilities
  
Bertanggung jawab terhadap penanganan surat jaminan dan pelayanan nasabah yang menjalani rawat inap serta turut memonitor perawatan intensif terkait lainnya yang dijalani nasabah di RS 
Lowongan Kerja Terbaru
Lowongan Kerja Terbaru
Requirements
 
  • Latar belakang pendidikan Keperawatan / Kebidanan / Medis Min. D3
  • Fresh graduate dipersilahkan melamar (diutamakan pengalaman di bidang keperawatan)
  • Menguasai teknik analisa dan diagnosa medis setara di level perawat
  • Menguasai teknik dasar aplikasi komputer (spt: Ms. Word, Ms. Excel, dsb)
  • Orientasi pada pelayanan dan solusi
  • Aktif berbahasa Inggris (nilai tambah)
  • Kritis / tajam dalam analisa
  • Bersedia bekerja Shift
  • Bersedia penempatan kerja rotasi maupun perjalanan dinas ke seluruh cabang LippoInsurance jika dibutuhkan (dalam dan luar kota)
  • Penempatan Kerja: Kantor LippoInsurance di Karawaci, Tangerang
Register

Lowongan Kerja MARKETING OFFICER – LIPPO GENERAL INSURANCE, PT Tbk


Responsibilities
  • Bertanggung jawab terhadap pencapaian / target individu terhadap premi asuransi melalui pencarian bisnis baru ataupun renewal (non agent)
  • Bertindak sebagai konsultan klien terkait kebutuhan asuransi (before and after sales service)

Lowongan Kerja Terbaru
Lowongan Kerja Terbaru
Requirements
  • Diutamakan latar belakang pendidikan Marketing / Bisnis / Manajemen
  • Fresh graduate dipersilahkan melamar (diutamakan pengalaman di bidang marketing)
  • Memiliki hasrat dan karakter Marketing / Sales
  • Memiliki dan mampu membangun jaringan koneksi (networking) klien yang luas
  • Familiar / sudah terbiasa dengan konsep atau teknik strategi marketing (spt: negosiasi, closing, sales cycle process)
  • Memiliki kemampuan komunikasi persuasif dan public speaking yang baik
  • Orientasi pada bisnis dan target
  • Aktif berbahasa Inggris (nilai tambah/ tidak mutlak)
  • Kritis / tajam dalam analisa kebutuhan klien
  • Penempatan Kerja: Kantor Cabang Lippo Insurance di Cikarang
Register

Kamis, 06 Agustus 2015

4 Pertimbangan Ketika Mendapat Banyak Tawaran Pekerjaan

Mendapatkan panggilan kerja memang menyenangkan. Namun, bagaimana jika kamu tidak hanya mendapatkan satu panggilan kerja? Apakah masih menyenangkan? Untuk Lowongan Kerja BUMN Ada di sini : Lowongan Kerja BUMN
banyak tawaran pekerjaan
Mendapatkan banyak tawaran pekerjaan dalam satu waktu dapat dikatakan merupakan persoalan tersendiri. Di saat kompetisi kerja yang semakin kencang dan berat, mendapatkan tawaran pekerjaan patut untuk disyukuri. Apalagi jika kamu mendapatkan lebih dari satu tawaran pekerjaan pada waktu yang berdekatan. Namun, masalah lain muncul saat perusahaan manakah yang akan kamu pilih untuk bekerja. Kamu tentu tidak bisa asal memilih perusahaan karena keseharian waktumu akan dihabiskan untuk bekerja.
Sebelum memberikan keputusan final, ada beberapa hal yang harus kamu pertimbangkan. Pertimbangkan pro dan kontra yang dimiliki setiap tawaran pekerjaan untuk menentukan mana perusahaan yang cocok untukmu. Berikut beberapa hal yang harus kamu pertimbangkan sebelum berkata ‘ya’ pada perusahaan.

Hal yang Perlu Dipertimbangkan Ketika Banyak Tawaran Kerja

Kemungkinan Untuk Berkembang

Lihat apakah perusahaan tersebut memberikan kesempatan kepada karyawannya untuk mengembangkan diri, misalnya dengan memberikan pelatihan, menyediakan beasiswa atau jenjang karir yang cepat. Untuk mencari tahu hal tersebut, kamu harus menanyakannya pada bagian HRD atau jika mempunyai teman yang bekerja di perusahaan tersebut kamu bisa menanyakannya.
Saat wawancara kerja berlangsung, kamu juga bisa bertanya seputar apa saja yang dibutuhkan jika ingin mendapatkan promosi jabatan. Bila memungkinkan, tanyakan contoh tentang berapa lama waktu yang dibutuhkan untuk mencapai posisi tersebut.

Cari Tahu (Lagi)

Di beberapa artikel, kami selalu menyarankan untuk mencari tahu informasi perusahaan sebelum melamar pekerjaan dan kali ini kami melakukan hal yang sama. Cari tahu kembali informasi perusahaan tersebut melalui website dan akun media sosial resmi yang mereka punya – kesan apa yang kamu dapatkan? Jangan lupa juga untuk mencari tahu di surat kabar mengenai perusahaan incaranmu untuk mendapatkan informasi yang mendalam.
Sekarang tentulah kamu sudah memiliki informasi yang bisa kamu gunakan sebagai bahan pertimbangan. Proses wawancara kerja yang telah kamu lalui juga bisa dijadikan sebagai sumber informasi tambahan. Pikiran apa yang melintas saat kamu mendatangi perusahaan tersebut? Seperti apa lingkungan kerjanya? Bagaimana dengan para karyawannya, apakah kamu bisa membaur dengan mereka?
Bila kamu mempunyai kenalan yang telah bekerja di perusahaan tersebut, kamu bisa menanyakan beberapa pertanyaan seperti bagaimana turn over karyawannya, reputasi perusahaan dan bagaimana peraturan perusahaan tersebut.
  

Pertimbangkan Pro dan Kontra

Setelah mendapatkan informasi yang cukup, ini waktunya untuk menganalisa satu per satu. Untuk mempermudah, kamu bisa membuat chart  atau daftar setiap perusahaan agar gampang untuk dibandingkan.
Buatlah dua (atau bisa lebih tergantung berapa banyak tawaran pekerjaan yang datang kepadamu) kolom yang berisi informasi setiap perusahaan. Di bagian kanan, tuliskan poin yang menjadi pertimbanganmu. Berikut beberapa hal yang patut kamu pertimbangkan:
Gaji: Perusahaan A mungkin menawarkanmu gaji 3x lebih besar dibandingkan Perusahaan B, namun tidak ada bonus dan insentif yang kamu dapatkan. Sebaliknya, penawaran gaji Perusahaan B mungkin kecil, namun mereka menawarkan asuransi kesehatan dan makan siang. Jadi, manakah paket gaji yang menjadi preferensimu?
Lokasi: Kedua tawaran pekerjaan mengharuskanmu untuk pindah keluar kota – berdasarkan kebiasaanmu dan situasi keluargamu, perusahaan manakah yang kamu pilih? (Biaya tunjangan hidup mungkin akan berbeda berdasarkan lokasi. Pertimbangkan juga bila kamu sudah berkeluarga, apakah ada efek yang dirasakan bila memutuskan pindah ke luar kota?)
Jam Kerja: Berapa jam sehari kamu menginginkan untuk bekerja? Berapa hari dalam seminggu? Anggaplah salah satu perusahaan mengharuskanmu untuk bekerja Senin sampai Sabtu namun mengizinkan untuk tidak selalu hadir ke kantor, jam kerja seperti tersebutkah yang kamu cari? Bagaimana proses reimbursement saat ke rumah sakit dan peraturan pengajuan cuti? Bagaimana pula pengajuan cuti saat hamil?
Kamu bisa menambahkan poin-poin lainnya yang kamu anggap penting. Kuncinya adalah pertimbangkan hal-hal yang paling krusial bagimu.

Beritahu Perusahaan

Setelah kamu memutuskan, beritahu ke semua perusahaan yang memberimu kesempatan kerja. Perekrut biasanya bekerja dengan jadwal yang padat, jadi respon yang cepat darimu akan sangat mereka hargai. Jangan lupa juga untuk tetap sopan saat mengabarkan kepada perekrut dan ucapkan terima kasih atas kesempatan yang telah diberikan. Walaupun kamu tidak menerima tawaran pekerjaan salah satu perusahaan tetaplah untuk meninggalkan kesan yang baik kepada perusahaan tersebut.

88% Pekerja Indonesia Berpendapat Pindah Kerja Adalah Keputusan Terbaik Mereka


jobsdb_happy_is_infographic_id_v2
Hasil survei bersumber dari survei internal jobsDB via surveimonkey yang dilaksanakan pada bulan Mei 2015. Survei ini diikuti oleh 2.324 responden dengan bidang pekerjaan dan level karir yang beragam. Survei serupa juga dilaksanakan di beberapa negara seperti Hong Kong, Singapura dan Thailand dengan jumlah total koresponden sebesar 7.278 orang.

20 Hal Yang Harus Diketahui Bagi Pekerja Berumur 20 Tahunan


20 Things 20 y.o Workers Must Know

Perhatian: Artikel berikut merupakan sebuah peringatan
Artikel berikut bukan merupakan artikel humor yang berisi lelucon belaka. Bukan juga artikel yang sama seperti artikel lain yang berisi saran untuk kamu berusia 20 tahunan. Artikel ini mungkin akan agak sedikit terlalu blak-blakan – jadi izinkan kami untuk mengatakan ini sebelumnya — #SorryNotSorry Untuk Lowongan Kerja BUMN Ada di sini : Lowongan Kerja BUMN

 20 Hal yang Harus Diketahui Pekerja Berusia 20 Tahunan

Sekaranglah Waktu yang Tepat Untuk Memulai

Buang jauh segala ketakutanmu. Waktu akan terus berjalan dan setiap menit yang kamu lewati tidak akan bisa kembali. Jadi jadikan setiap waktumu berjalan dengan kegiatan yang bermanfaat. Sedini mungkin, bekerjalah sambil belajar sehingga dapat meningkatkan kualitasmu, mengembangkan kinerja dan tentu saja dapat membangun karir impianmu.

Kamu Tidak Berhak Untuk Apapun

Satu hal yang sangat tepat untuk menggambarkan Generasi Y adalah kebanggaan yang terlalu tinggi terhadap diri mereka sendiri. Padahal, kamu sebagai Gen Y, tidak ada apa-apanya. Jika kamu menginginkan sesuatu, jika kamu ingin menjadi orang hebat dan jika kamu ingin adanya perubahan, maka satu hal yang harus kamu lakukan adalah berjuang dari bawah agar bisa sampai ke puncak. No shortcuts to be a hero!

Bakatmu Terlalu Lebay

Beruntunglah jika kamu mahir dalam suatu bidang. Tapi ingat, bakat yang belum terasah, tidak peduli sehebat apapun bakat tersebut, jika kamu tidak menggunakan dengan baik atau bahkan kamu tidak menyadari bakat yang ada, hal tersebut hanya akan menjadi kesia-siaan belaka. Jika kamu tidak berusaha dengan keras, bakatmu tidak akan membantu untuk bertahan di dunia kerja. Belajarlah untuk menggunakan bakatmu agar kamu bisa memenangkan persaingan di dunia kerja.

Reputasi Menentukan Kualitas

Tidak masalah dalam bentuk online ataupun kertas, jika kamu mempunyai reputasi yang bagus maka kesempatan untuk direkrut oleh perusahaan akan semakin besar. Dalam rentang usia 20 tahun-an ini, perekrut tidak mempunyai informasi yang cukup tentangmu. Mereka hanya bisa mengetahui tentang dirimu hanya berdasarkan dari pekerjaanmu terdahulu yang kamu tulis dalam CV-mu. Bangun relasi dan reputasi yang baik dengan setiap orang yang kamu kenal.

Hidup Cuma Sekali, Jadillah Pribadi yang Mandiri

YOLO yang merupakan singkatan dari You Only Live Once, akhir-akhir sering dipakai oleh usia 20 tahunan untuk membenarkan segala tindakan yang mereka lakukan, walaupun tindakan tersebut tidak 100% benar. Memang betul hidup memang cuma satu kali, namun jangan jadikan hal tersebut sebagai pembenaran segala kelakuan anehmu. Justru sebalikanya, karena hidup hanya satu kali maka jadikan hidupmu bermakna. Jadikan YOLO sebagai motivasimu untuk tidak bertindak gegabah dan capai hal-hal tinggi di kehidupan dan karirmu.

Saatnya Kamu Untuk Mendengarkan

Tahan sebentar semangatmu untuk mengutarakan pendapat. Kita terlalu bersemangat dalam menyampaikan emosi sehingga sering kali bahwa mendengarkan itu lebih penting dari pada berbicara. Memasuki dunia korporat berarti kamu akan bekerja dengan para profesional yang usianya akan jauh diatas usiamu. Jadi diam dan dengarkan apa kata mereka. Dengan begitu kamu akan mendapat pelajaran yang berharga dari mereka.

Hiduplah Untuk Bekerja

Hiraukan segala suara yang mengatakan bahwa hidup bukanlah hanya sekedar untuk bekerja. Ungkapan tersebut hanyalah bagi mereka yang telah berusia 30 hingga 40 tahunan yang telah mempunyai kehidupan yang nyaman dengan posisi di top management. Untuk kita semua yang masih berusia 20 tahunan harus hidup untuk bekerja karena masih banyak hal yang masih harus dipelajari dan banyak yang harus dibuktikkan. Bekerja keraslah selagi muda sehingga di masa tuamu nanti akan berterima kasih atas kerja kerasmu.

Kamu Adalah Apa yang Kamu Kerjakan

Karena kamu adalah apa yang kamu kerjakan, atau paling tidak, apa yang kamu lakukan saat menghabiskan sebagian waktumu. Kegiatan yang kamu lakukan tersebut sedikit banyak akan mengatakan siapa dirimu sesungguhnya. Jadi, ya memang betul, kamu adalah apa yang kamu kerjakan.

Dirimu Bukanlah Bos Untukmu

Sudah jelas untuk menyarankan agar kamu tidak egois

Kenali Apa yang Menjadi Prioritasmu

Walaupun kamu hanya memegang satu posisi saja, tapi nantinya kamu mungkin akan mempunyai lebih dari satu peran. Di suatu waktu, hal ini mungkin akan membuatmu senang. Namun, jangan sampai hal ini membuatmu terlena. Kamu harus bisa menentukan mana yang menjadi prioritasmu. Dengan menentukan prioritas, kamu pun bisa mempunyai manajemen waktu yang baik.

Jangan Pernah Berhenti Untuk Belajar

Hidup merupakan proses pembelajaran. Pengetahuan yang terpenting, keahlian dan pengalaman yang akan sangat kamu butuhkan di dunia kerja telah tersedia di depanmu. Pelajari banyak hal sebanyak mungkin selagi kamu muda.

Kamu Butuh Seorang Mentor

Segala hal yang kamu temui tidak 100% benar. Pilihlah satu orang yang bisa menjadi guru terbaikmu dalam mengajarkan pelajaran mana yang benar dan mana yang salah.

Tidak Perlu Stress Berlebih

Stress sering dialami oleh banyak orang. Ada tekanan sedikit saja kamu akan merasakan stress. Sebenarnya di umurmu yang masih 20 tahunan ini, kamu masih belum pantas untuk stress. Tunggu sampai 10 hingga 20 tahun lagi kamu akan merasakan apa arti stress yang sebenarnya. Untuk saat ini, bersantailah saja!

Butuh Waktu Untuk Sendiri

Di masa muda saat ini kamu pastilah ingin bersosialisasi sebanyak mungkin. Namun, kamu harus tetap meluangkan waktu untuk diri sendiri lho. Gunakan waktu ini untuk menjernihkan pikiran dan fokus kepada apa yang kamu inginkan dalam hidup. Tapi walaupun begitu……

Kamu Butuh Teman

Dengan banyak alasan yang jelas kamu tetap harus mempunyai teman

Setiap Tindakanmu Mempunyai Konsekuensi

Setiap tindakan yang kamu lakukan, sekecil apa pun itu, pasti ada konsekuensi yang akan kamu tanggung. Dari mulai tindakanmu yang salah saat memberikan respon ke atasan, saat kamu telat datang rapat dan bahkan kesalahan berkata yang kamu ucapkan di kantor, semua tindakan tersebut akan meninggalkan kesan yang tak terlupakan oleh lawan bicaramu. Saat kamu menyadari tindakanmu yang salah, pasti kamu akan merasa….

Akan Ada Penyesalan yang Kamu Rasakan

Dalam hidup, pastilah kamu membuat beberapa keputusan yang tidak tepat. Namun jangan khawatir, yang terpenting adalah kamu menyadari kesalahanmu tersebut dan belajar dari sana. Untuk meminimalisir penyesalan yang kamu rasakan, sebaiknya kamu melakukan…..

Memaafkan Dirimu Sendiri

Kamu tidak perlu terlalu menyalahkan diri sendiri saat kamu salah mengambil keputusan. Tidak peduli seberapa bagus hasil kerjamu di kantor, tidak peduli berapa banyak medali yang kamu raih, kamu akan tetap bisa melakukan kesalahan. Jadi, terima lah kesalahan yang kamu buat tersebut dan jadikan hal tersebut sebagai pelajaran dalam hidupmu.

Kamu Bukan Orang yang Istimewa

Memang banyak lagu yang sedang populer menyatakan betapa istimewanya dirimu. Namun, tahukah kamu bahwa lagu tersebut hanya omong kosong saja? Kamu tidak seistimewa yang digambarkan di lagu tesebut. Generasi millennial adalah generasi yang berlebih dalam hal membanggakan diri, padahal kenyataannya mereka tak setinggi seperti apa yang mereka bayangkan. Maka dari itu, sebaiknya generasi millennial sepertimu sudah harus menyadari bahwa kamu bukan menjadi pusat dunia dan tidak semua akan memperhatikanmu. Kamu tidak istimewa dan kamu sama seperti makhluk hidup lainnya. Ini memang sebuah kenyataan yang pahit, namun ada satu hal yang harus kamu ingat, yaitu….

Karena Kamu Cuma Satu

Ini bukan merupakan judul lagu dari sebuah band terkenal. Poin ini menjelaskan bahwa dirimu itu unik. Kamu memiliki apa yang kamu perlukan untuk mencapai kesuksesan dan itu berarti kamu tidak akan gagal. Usia 20 tahunan ini merupakan masa-masa yang paling formatif dan akan sangat mempengaruhi karirmu di masa depan. Jadi usahakan yang terbaik dan percaya bahwa kamu bisa. Semangat!

Panduan Cari Kerja untuk Generasi Millennial



Panduan Cari Kerja untuk Millenial_700x365


Generasi millennial, alias generasi yang lahir tahun 1981-2000, sering mendapat penilaian buruk dari generasi yang lebih tua. Mereka (atau kita, jika lahir dalam rentang di atas) dianggap pemalas, materialistis, seenaknya sendiri, dan manja. Namun di sisi lain, generasi millennial dipuji karena memiliki ambisi, tekad, dan kemampuan adaptasi yang baik. Mereka juga tidak ragu mencoba hal-hal baru dan memiliki jiwa mandiri yang sering kali dianggap sebagai aset perusahaan.
Saat ini, generasi millennial mulai membanjiri bursa kerja dengan cepat dan pada 2025 diperkirakan generasi millennial akan memenuhi 75% bursa kerja dunia. Untuk Lowongan Kerja BUMN Ada di sini : Lowongan Kerja BUMN

Akibat semua faktor di atas, generasi millennial yang sedang mencari kerja menghadapi tantangan unik tersendiri, tidak seperti yang pernah dialami grup usia sebelumnya. Generasi millennial harus menghadapi anggapan negatif dan praduga tentang kelompok usia mereka, sekaligus menghadapi ekspektasi tinggi orang-orang terhadap mereka. Sebagai generasi yang tumbuh seiring kemajuan teknologi dunia di mana segalanya saling terhubung dan akses pengetahuan baru semakin mudah, generasi millennial berada dalam posisi unik dalam sejarah yang belum pernah terjadi sebelumnya.
Agar sukses dalam mencari kerja, generasi millennial harus menggunakan kelebihan mereka untuk mencapai tujuan, dan berikut tips untuk melakukannya. Para pencari kerja Gen Y, catat ini baik-baik:

Tips Cari Kerja untuk Generasi Millennial

1. Jaga image di sosial media.

Please, be smart in using social media, we beg you! Zaman sekarang, teknologi bukan hanya milik anak muda, karena ternyata 91% HRD mencari tahu tentang pelamar lewat Facebook atau Twitter. Mereka menggunakannya sebagai proses saringan awal untuk mengetahui kepribadian pelamar. Jadi, marah-marah dan bicara kasar memaki orang atau golongan tertentu adalah BIG NO karena sosial media juga dapat menghancurkan kariermu.
Coba tengok akun-akun sosmedmu, berapa banyak makian atau hal-hal yang patut dipertanyakan menghiasi profilmu? Waktunya untuk bersih-bersih akun sosial mediamu agar lebih representatif. Hapus semua konten yang membuat calon perekrut berpikir ulang dan ganti dengan konten yang mendukungmu. Pos konten positif yang berhubungan dengan minat dan bakatmu. Gunakan juga fitur pengaturan privasi dalam sosial mediamu agar hanya orang-orang tertentu yang bisa melihat isi profilmu.

2. Gunakan aset online-mu sebaik mungkin.

Masih berkaitan dengan kehidupan di dunia maya, generasi millennial juga harus menyadari pentingnya menjaga perilaku selain di sosial media. Jika kamu belum memiliki blog, ini saat yang tepat untuk membuatnya. Blog akan memberi kesempatan bagi perekrut untuk melihat kemampuanmu, khususnya kalau kamu minat bekerja di dunia kreatif. Misalnya kamu berniat mencari kerja sebagai desainer grafis atau copywriter, buatlah blog berisi hasil karyamu agar terlihat oleh perekrut.
Bergabung dengan situs lowongan kerja seperti jobsDB juga meningkatkan kesempatanmu ditemukan oleh perekrut. Caranya gampang sekali—cukup daftarkan diri dan secara langsung kamu akan mendapatkan puluhan ribu kesempatan kerja di depan mata. Asyiknya lagi, kamu akan mendapatkan lowongan-lowongan yang sesuai dengan minat dan keinginanmu. Plus, perekrut yang menjadi member jobsDB juga berkesempatan melihat CV/resumemu dan menawarimu pekerjaan.

3. Raih pengalaman untuk mempertajam keahlianmu.

Ada sangat banyak generasi millennial yang mencari kerja setiap tahunnya dan selalu ada pencari kerja yang mengincar satu posisi yang sama. Untuk memenangkan persaingan mencari kerja ini, kamu harus tampil mencolok. Mulailah membuat profil online yang baik, tapi yang lebih penting adalah mendukung image tersebut dengan pengalaman dan keahlian yang relevan. Cobalah mencari banyak pengalaman dalam bidang yang ingin kamu tekuni. Magang adalah salah satu cara memperoleh pengalaman, begitu pula dengan mencari lowongan kerja freelance. Keduanya bisa dipakai untuk mengisi CV-mu dan membangun koneksi. Menjadi sukarelawan juga cara yang baik untuk mencari pengalaman. Terakhir, ambillah kelas atau pendidikan yang relevan dengan bidangmu agar kamu makin siap menghadapi dunia kerja.

4. Tata krama itu penting!

Sebagai “anak baru”, generasi millennial (khususnya yang lahir belakangan) sudah sepantasnya memerhatikan tata krama dan bagaimana harus bersikap di dunia nyata. Pencitraan yang baik dan pengalaman yang solid tidak akan berarti jika kamu memiliki sikap yang buruk. Berikan respek dan hormat pada siapapun yang kamu temui selama mencari kerja. Bersikaplah menyenangkan dan tunjukkan bahwa kamu serius mengenai pekerjaan tersebut.
Segalanya dimulai saat  wawancara kerja. Pelajari semua yang perlu kamu ketahui tentang posisi yang kamu lamar untuk menunjukkan komitmen pada pekerjaan tersebut. Kamu juga harus bisa menampilkan diri secara profesional saat wawancara. Menurut artikel yang dilansir Mashable, banyak HRD perusahaan mengeluhkan sikap Gen Y yang bertingkah kurang baik saat wawancara kerja. Ingat untuk selalu menjaga perilakumu saat wawancara, datanglah tepat waktu dan berikan kabar jika tidak dapat hadir.

5. Jangan malas mencari referensi.

Generasi millennial hidup dalam zaman serbamodern dan memiliki kemudahan akses internet yang cukup memadai. Gunakan teknologi untuk bertindak proaktif mencari pekerjaan, karena kini mencari lowongan kerja sudah jauh lebih mudah. Kunjungi jobsDB dan gunakan fitur pencarian pekerjaannya yang bisa dipilih secara spesifik untuk menemukan pekerjaan tercocok. Sebelum wawancara, jangan lupa juga mencari tahu sebanyak-banyaknya tentang profesi serta perusahaan yang kamu tuju agar wawancaramu berjalan lancar.

Pada akhirnya, generasi millennial seharusnya mampu mengalahkan stereotip negatif yang beredar dan bekerja keras memaksimalkan kelebihan generasi ini: pandai memecahkan masalah, kemampuan beradaptasi yang baik, serta semangat tinggi. Selamat mencari kerja!

Ini Keuntungan Bekerja di Perusahaan Kecil


Keuntungan Bekerja di Perusahaan Kecil

Kebanyakan pencari kerja ingin bekerja di perusahaan besar, ternama, bahkan bertaraf internasional. Selain terlihat keren, perusahaan tersebut dapat menjamin untuk memberikan kesejahteraan karyawan diatas rata-rata.Tidak heran, jika saat perusahaan besar tersebut membuka lowongan pekerjaan, ada ribuan orang yang melamar. Bukan hanya para pengangguran saja yang melamar, tapi juga para karyawan yang sudah bekerja kadang juga ikut melamar. Ini berarti, saingan kamu untuk mendapatkan posisi di perusahaan tersebut akan semakin banyak dan kompetitif. Bila akhirnya bukan kamu yang mendapatkan pekerjaan tersebut, jangan berkecil hati dan putus asa. Mungkin ini saatnya bagi kamu untuk memutuskan melamar di perusahaan kecil ataupun startup.

Kontribusi yang kamu lakukan dalam bekerja sangat menentukan apakah perusahaan akan berkembang atau malah bangkrut. Sangat masuk akal bila orang-orang yang berkecimpung dalam perusahaan ini kerap menganalogikan seperti menaiki roller coaster. Ini disebabkan dinamika kerja yang sangat dinamis, kamu bisa bekerja lebih efisien, tidak adanya batasan tanggung jawab, pengetahuan, dan belajar mengenai segala hal yang berhubungan dengan bisnis.
Masih belum yakin juga untuk bekerja di perusahaan kecil? Simak keuntungan lainnya yang ditawarkan perusahaan kecil dan startup! Untuk Lowongan Kerja BUMN Ada di sini : Lowongan Kerja BUMN

Keuntungan Bekerja di Perusahaan Kecil

Lingkungan Kerja yang Kekeluargaan

Perusahaan kecil atau startup memiliki karyawan kurang dari 200 orang,. Hal ini berarti membuka kesempatan karyawan untuk lebih mengenal satu sama lain. Kamu bisa mengenal karyawan yang berbeda divisi, yang bahkan pekerjaanmu tidak berhubungan dengan divisi tersebut. Lingkungan kerja yang kekeluargaan menjadi poin penting karena dapat meningkatkan produktivitas karyawan.
Bila kamu bekerja di perusahaan besar, walaupun sudah bertahun-tahun belum tentu kamu mengenal satu sama lain. Kamu mungkin bahkan tidak mengetahui secara detail karyawan yang kubikelnya berdekatan denganmu.

Berada di Lingkungan Penuh Inovasi

Bekerja di perusahaan kecil atau pun startup berarti kamu akan bekerja dengan tim yang bersemangat dan antusias. Berkerja dengan orang-orang yang berprofesi sesuai passion mereka masing-masing, dapat memicu inspirasi dan akhirnya akan muncul ide-ide yang inovatif. Hal ini akan mendorong ke perkembangan bisnis yang lebih maju lagi.

Menjadi bagian dari tim kewirausahaan juga merupakan cara terbaik untuk kamu belajar tentang inovasi. Pengusaha adalah orang tepat yang bisa kamu jadikan panutan untuk belajar mengenai bagaimana menangani masalah dan menemukan cara efisien mengatasinya.

Pencapaianmu Terlihat Nyata

Dengan bekerja di perusahaan kecil, hasil kerjamu akan terlihat nyata, sekecil apapun itu. Kamu bisa berkontribusi secara langsung dan terlibat dalam setiap program perusahaanmu, sehingga kamu akan bisa produktif setiap harinya. Hasil kerjamu juga akan diapresiasi oleh banyak orang dan  pastinya kamu pasti akan lebih bersemangat dalam bekerja.

Dalam perusahaan kecil, semua yang kamu lakukan akan memberikan kontribusi kepada keberhasilan ataupun kegagalan bisnis perusahaan. Karena hal itulah, sistem organisasi mereka dibuat sedatar mungkin. Bandingkan dengan perusahaan besar, kamu akan terus berurusan dari berbagai departemen untuk meminta persetujuan atas project yang kamu lakukan. Pada akhirnya ide-ide yang kamu miliki belum tentu bisa direalisasikan dalam waktu dekat.

Mempunyai Kesempatan Mengembangkan Skill

Walaupun kamu mempunyai job description yang jelas, namun bukan berarti kamu tidak bisa belajar hal yang tidak ada hubungannya dengan pekerjaanmu. Walau mungkin hal tersebut tidak terlalu terdengar positif, tapi bagi kamu yang menginginkan tantangan pastinya akan bersemangat untuk berkerja di perusahaan kecil atau pun startup. Anggap saja hal baru yang akan kamu pelajari sebagai selingan untuk menghindari kebosanan yang umumnya dilanda karyawan perusahaan besar.

Mempunyai Kesempatan Mengembangkan Karier

Pernah merasa terjebak dalam karier yang sedang kamu jalani? Bekerja di perusahaan kecil memungkinkan kamu untuk menentukan jenjang karir yang akan kamu jalani. Bahkan bila saat ini kamu masih sedang merancang karir impian, bukan tidak mungkin kamu akan mendapat tawaran di posisi yang kamu inginkan. Jika kamu berusaha keras mewujudkannya, tinggal selangkah lagi kamu berada di posisi tersebut.

Bagi kamu yang ingin membangun perusahaan sendiri, bekerja di perusahaan kecil atau startup merupakan sekolah terbaik. Lingkungan kerja di perusahaan ini adalah kondisi ideal untuk mendidik diri kamu tentang cara menetapkan tujuan, melaksanakan strategi, menjalankan operasi bisnis. Kamu juga mungkin akan diminta untuk melakukan tugas-tugas bisnis administrasi lainnya yang benar-benar berguna saat memulai usaha sendiri

Bekerja di perusahaan ternama memang menguntungkan. Namun bukan berarti kamu boleh memandang sebelah mata terhadap perusahaan kecil atau startup. Bila jiwa kamu masih haus akan pengetahuan dan menyukai tantangan, perusahaan kecil akan memenuhi keinginanmu tersebut. Bigger doesn’t always mean better, ingat ini saat kamu mulai putus asa lamaran pekerjaanmu tidak ada tanggapan dari perusahaan besar.

Cara Ampuh Agar Hari Pertama Kerja Berjalan Lancar


Hari Pertama Kerja

Diterima kerja berarti kamu akan bertemu orang-orang baru, lingkungan baru dan pekerjaan baru. Jadi tidak heran bila kamu merasakan nervous, deg-degan dan terkadang takut. Hal tersebut bukan hanya dialami oleh para first jobbers, tapi juga bagi kamu yang akan pindah ke kantor baru. Ini dikarenakan setiap perusahaan memiliki cerita yang berbeda satu sama lain. Rasa deg-degan dan gugup itu wajar kok kamu alami, namun jangan sampai kegugupan dan kegelisahanmu tersebut merusak hari pertama di kantor baru. Berikut langkah yang bisa kamu praktekkan untuk memenangkan kesan pertama di tempat baru

Menangkan Hari Pertama di Kantor Baru

Sebelum Hari H

Pastikan untuk melakukan riset terlebih dulu

Ya, kamu memang telah mencari informasi sebelum melamar di perusahaan tersebut, tapi bukan berarti pencarian informasimu berhenti. Cari tahu lebih mendalam lagi tentang kantor barumu. Mulai dari struktur organisasi perusahaan, tugas yang akan kamu kerjakan hingga mencari tahu calon rekan kerjamu di social media. Jika ada yang kamu bingungkan, kamu bisa menyiapkan pertanyaan yang menunjukkan bahwa kamu tertarik untuk belajar mengenai perusahaan dan pekerjaan yang kamu emban.

Perhatikan Pakaianmu

Kesan pertama itu penting, jadi harap perhatikan pakaian yang akan kamu kenakan di hari pertama. Cara amannya adalah, ikuti saja seperti apa pakaian bekerja calon rekan kerjamu. Kamu pastinya telah melihat lingkungan kerja pada saat proses interview kemarin, jadi kamu punya sedikit gambaran rata-rata karyawan tersebut berpakaian seperti apa. Ingat, jangan gunakan pakaian yang terlalu ketat, terbuka atau terlalu pendek.

Datang Lebih Pagi

Selalu usahakan untuk datang 15 menit sebelum jam kerja dimulai. Ini dilakukan agar kamu bisa bersiap-siap dan menghindari macet jalanan yang akan membuatmu datang terlambat. Jangan sampai kamu terlambat saat hari pertama kerja.

Saat Hari H

Jadilah Pribadi yang Ramah

Memang tidak semua orang mudah untuk bersikap ramah pada orang yang baru dikenal dan di tempat baru, tapi usahakan di kantor barumu ini untuk bersikap ramah. Ingat, kamu akan datang ke kantor dari senin sampai jumat dan akan bertemu dengan rekan kerja selama 5 hari tersebut, jika kamu bersikap sombong, akan susah rekan kerjamu untuk mendekatimu dan ini berakibat akan lingkungan kerja yang kurang nyaman. Mulai hari pertamamu dengan menunjukkan bahwa kamu pribadi yang ramah dan siap bersosialisasi dengan setiap orang di kantor.

Tunjukkan Ketertarikan

Mungkin sebagai anak baru, tidak ada orang yang akan mengajak berbicara kepadamu. Ini artinya kamu yang harus mengajak bicara mereka duluan. Ingat untuk perhatikan situasi saat berkomunikasi dengan rekan kerjamu, apakah dia sedang sibuk atau tidak. Pastikan juga nada bicaramu menunjukkan ketertarikan berkomunikasi dengan mereka

Dengarkan Perkataan Rekan Kerjamu

Hari pertama bukan saatnya kamu untuk buka suara. Dengarkan baik-baik perkataan dari bos atau pun rekan kerjamu. Siapkan buku catatan dan pulpen untuk mencatat hal yang diperlukan.

Perhatikan Sistem Organisasi

Hari-hari pertama memang saat yang tepat untuk mengamati lingkungan kerja baru. Amati siapa yang paling dalam memberi keputusan, pelajari peraturan tertulis dan tidak tertulis yang berlaku di kantormu dan tujuan apa yang ingin dicapai dalam jangka pendek maupun jangka panjang. Tanyakan kepada rekan setim bagaimana cara kerja dari departmen bagianmu.

Jaga Sikapmu

Langkah terakhir yang tak kalah penting untuk kamu perhatikan adalah sikapmu. Selain dari nada bicaramu, tunjukkan antusiasmu melalui gestur tubuh. Dengan kamu menunjukkan sikap antusias, berarti kamu semangat dalam menjalani pekerjaan barumu dan ini bisa menjadi nilai tambah di mata rekan kantor. Jangan lupa untuk men-silent­-kan hpmu ya.


Hari pertama di kantor baru memang penting. Namun saat kamu telah mempersiapkan semuanya dengan baik dan kenyataannya tidak berjalan sesuai rencana, jangan berkecil hati dulu. Kamu masih bisa memperbaikinya di hari berikutnya. Ingat, hari pertama hanya sebagai langkah kecil di dalam tahapan karirmu. Tetap semangat menjalani pekerjaan!

Rabu, 05 Agustus 2015

5 Tips Pindah Kerja ke Bidang Berbeda

Apakah kamu seorang lulusan broadcasting yang berminat melamar sebagai account executive di sebuah biro iklan? Atau kamu adalah insinyur yang ingin menjadi koki? Sebenarnya pindah kerja ke bidang yang berbeda dengan latar belakang pendidikan dan pengalaman kerja adalah hal yang lumrah-lumrah saja terjadi. Berbagai alasan melatarbelakanginya, mulai dari mengejar passion sampai alasan ekonomi. Orang-orang yang memutuskan untuk pindah kerja ke bidang yang berbeda dengan latar belakangnya biasanya akan dicecar berbagai pertanyaan mengenai keputusan yang diambilnya tersebut, khususnya saat wawancara kerja. Oleh karena itu, sebelumnya kamu harus benar-benar merasa yakin akan keputusan yang diambil.
bekerja di bidang lain_741x340
Jika kamu berminat untuk mengejar passion-mu dan melamar dalam industri yang berbeda dengan latar belakang pendidikan serta pengalamanmu, jangan khawatir, segalanya mungkin dijalani asal kamu mau berusaha. Ayo, simak tips-tips berikut ini jika kamu ingin melamar di luar bidangmu!

 Tips Pindah Kerja Ke Bidang yang Berbeda

Catat Segala Keahlianmu

Ambil selembar kertas dan tulislah pengalaman-pengalaman kerjamu, kelebihan, serta keahlian yang kamu miliki. Jangan batasi dirimu hanya pada jabatan di kantor dan berpikir bahwa jabatanmu sebelumnya tidak relevan dengan posisi baru yang kamu incar. Benar-benar seleksi apa yang kamu lakukan satu-persatu untuk menemukan keahlian yang relevan untuk pekerjaan selanjutnya. Misalnya, kamu pernah melatih staf baru, memiliki keahlian presentasi, pernah mengurus acara, atau membuat perencanaan social media. Tulis juga semua program dan teknologi yang kamu kuasai. Gunakan pengalaman dan keahlian ini untuk menjual kemampuanmu.

Rela Berakit-Rakit ke Hulu

Banting setir ke bidang baru memang membuatmu harus rela menelan harga diri dan gengsi. Bahkan jika pada pekerjaan sebelumnya kamu sudah mencapai jenjang yang lumayan tinggi, jangan berharap kamu langsung ditempatkan di posisi yang sama tingginya. Ingat, ini adalah bidang baru yang mungkin belum benar-benar kamu kuasai dan belum kamu miliki pengalamannya. Jika kamu rela memulai dari bawah, itu akan menunjukkan bahwa kamu kooperatif dan selalu ingin belajar lebih banyak.

Jual Dirimu Lewat Surat Lamaran

Resume memang penting, namun jangan lupakan pula kekuatan surat lamaran. Tuliskan apa yang tidak ada di resumemu dan buatlah seunik mungkin untuk menunjukkan bahwa kamu adalah kandidat terbaik untuk pekerjaan tersebut. Pastikan kamu mengetahui tentang perusahaan yang kamu lamar, agar kamu bisa mengaitkan visi dan misi perusahaan dengan tujuanmu melamar.

Benahi Resumemu

Biarpun selama ini kamu merasa resumemu telah solid, pindah kerja ke bidang lain memaksamu untuk melakukan beberapa revisi. Lihat pengalaman-pengalaman kerjamu yang lama dan tulis ulang deskripsinya agar cocok dengan keahlian yang dibutuhkan perusahaan yang kamu lamar. Misalnya, jika dulunya kamu adalah seorang perawat dan melamar untuk bekerja di bank, kamu harus fokus dengan kemampuan mengorganisir data dan keahlian intrapersonal. Buat pengalaman kerjamu mendukung posisi baru yang kamu incar, meskipun berbeda bidang.

Siapkan Wawancara dengan Baik

Wawancara mungkin adalah tahap yang cukup menegangkan. Cari tahu segala hal tentang perusahaan yang kamu tuju sebelum wawancara. Cari tahu juga tentang posisi yang kamu lamar secara detail, sehingga kamu mampu menjawab jika pewawancara menanyaimu berbagai hal tentang posisi incaranmu. Sempatkan latihan wawancara kerja demi menghadapi segala kemungkinan yang ada. Pewawancara pasti mempertanyakan mengapa kamu melamar pekerjaan di bidang yang berbeda dengan latar belakangmu. Jangan gentar, jawablah dengan yakin dan gunakan pengalaman-pengalamanmu untuk meyakinkan pewawancara bahwa kamu adalah orang yang tepat.

Pindah kerja dibidang lain mungkin terasa sulit, namun jika ada keinginan dan passion, semua akan menjadi mungkin. Contohnya, ada seorang lulusan institut seni yang memiliki latar belakang bidang fashion yang kemudian pindah kerja untuk berkarier di salah satu bank asing. Demi menyesuaikan diri di bidang barunya, ia rela belajar ekonomi dari awal meskipun dalam dunia fashion ia telah meraih sejumlah penghargaan. Jadi, tidak ada yang tak mungkin, asal mau merintis lagi dari bawah.
Siap terima tantangan, atau tetap berkarier di bidangmu saat ini? The decision is all yours!

Diterima Kerja dalam 10 Menit

Diterima Kerja dalam 10 Menit

Berhasil mendapatkan pekerjaan dimulai dari membuat CV-mu mendapat perhatian HRD. CV yang kamu kirim ke perusahaan haruslah bisa menampilkan bahwa kamu kandidat yang cocok untuk posisi tersebut. Tak hanya CV, surat lamaran kerja, interaksi saat diwawancara, hingga hobi personalmu pun menjadi pertimbangan perusahaan dalam merekrut karyawan. Percaya tidak percaya, kamu bisa diterima atau tidak dalam 10 menit saja!

Diterima Kerja dalam 10 Menit

CV; Langkah Awal Yang Menentukan

Ada puluhan bahkan ratusan CV yang diterima HRD pada saat perekrutan dan HRD hanya melihatnya dalam waktu beberapa detik saja. Langkah awal untuk menonjolkan dirimu adalah melalui surat lamaran dan CV yang kamu kirim. Usahakan membuat kedua dokumen ini terlihat profesional dengan cara menggambarkan secara detail riwayat pekerjaanmu, kemampuan yang kamu punya, dan kualifikasi umum sesuai kriteria lowongan. Tingkatkan kesempatan untuk dipanggil ke tahap selanjutnya dengan membuat CV yang sesuai dengan kualifikasi yang dibutuhkan. Surat lamaran pekerjaan digunakan untuk membantumu menjelaskan secara detail apa yang kamu tulis di CV.

Perhatikan Penampilan Saat Wawancara

Kesan pertama sangat menentukan pada wawancara kerja. Salah kostum atau tidak rapi akan menjatuhkan nilaimu di mata pewawancara hanya dalam beberapa detik saja. Perhatikan hal berikut agar wawancara kerja berjalan lancar.

Sepatu

Pakailah sepatu bersih yang bebas dari debu atau kotoran. Pilihlah warna hitam atau warna netral seperti abu-abu tua atau biru dongker. Untuk pria, usahakan untuk memakai sepatu yang senada dengan warna keseluruhan pakaianmu. Sedangkan untuk wanita, pakailah sepatu yang menutupi jari-jari kaki dan jika memutuskan untuk memakai sepatu berhak, pilihlah yang tingginya kurang dari 3 inci untuk menghindarimu dari kesulitan berjalan. Baca tips ini: Memilih Sepatu yang Cocok untuk Wawancara Kerja.

Aksesori

Pria sebaiknya hanya memakai jam tangan dan cincin pernikahan sebagai aksesori. Sedangkan bagi wanita usahakan untuk tidak mengenakan aksesori berlebihan. Anting mutiara, jam tangan, dan kalung sudah cukup. Keep it simple, girls!

Pakaian

Pakaian berkerah mempunyai efek meningkatkan kepercayaan dirimu. Apalagi jika dipadu padankan dengan blazer yang cocok. Hindari menggunakan blazer berwarna hitam yang akan memberikan efek terlalu serius atau bahkan suram. Sebagai alternatif pilihlah warna gelap lainnya seperti abu-abu atau biru dongker. Jangan lupa memperhatikan kerapian pakaian yang kamu kenakan. Jangan sampai kusut atau tidak tertata dengan baik ya!

Tingkah Laku Juga Menentukan

Kamu harus memerhatikan segala tingkah lakumu saat wawancara, sekecil apa pun tindakannya, seperti berbicara di telepon dengan perekrut, bagaimana saat kamu pertama kali datang menginjakkan kaki di kantor yang kamu lamar, hingga cara berjabat tangan dengan pewawancara. Hal-hal sederhana yang kelihatan tidak terlalu penting ternyata sangat penting dan bisa menambah atau mengurangi poinmu di hadapan pewawancara.

Saat kamu berhasil mendapatkan pekerjaan, kamu boleh kok berbangga diri. Tapi ingat, ini hanyalah langkah kecil dalam perjalanan kariermu. Tetap tingkatkan hubungan dan perilaku baik yang telah kamu jalankan saat proses melamar pekerjaan, serta buktikan bahwa kamu memang cocok untuk menduduki posisi tersebut. Good luck!

Mendapatkan Pekerjaan Dalam Usia 40 Tahunan


Mendapatkan Pekerjaan di Usia 40 Tahunan (1)

Persoalan pengangguran memang seakan menjadi topik abadi dalam perekonomian di Indonesia. Menjadi pengangguran, terlebih ketika usia Anda memasuki umur 40 tahunan, menjadi persoalan serius karena Anda mempunyai keluarga yang harus dibiayai. Hal mengkhawatirkan lainnya adalah banyak perusahaan lebih menyukai untuk merekrut calon pegawai yang berusia muda, dikarenakan:
  1. Mereka yang berusia muda dianggap lebih bisa menguasai teknologi terbaru di berbagai industry
  2. Ide yang mereka punya masih fresh, berpikiran terbuka dan rasa ingin tahu yang besar. Dengan kata lain, pegawai berusia muda masih mempunyai passion yang besar untuk bekerja
  3. Perusahaan dapat membayar mereka lebih murah karena pengalaman mereka masih sedikit
  4. Pegawai berusia muda dapat ditraining untuk mengabdi kepada perusahaan lebih lama dibandingkan mereka yang sebentar lagi akan pensiun
Memang hal tersebut menjadi kekhawatiran tersendiri bagi Anda pekerja yang berada di usia 40 tahunan. Namun, walaupun begitu, ada beberapa tips yang bisa Anda terapkan untuk mencari pekerjaan ketika usia Anda berada di dekade keempat.

Mencari Pekerjaan di Usia 40 Tahunan

Jangan Pernah Berhenti Belajar

Kandidat yang terbilang berumur biasanya masih tetap bertahan pada cara lama, padahal terkadang sudah ada cara baru yang lebih efektif. Jangan takut untuk mengambil risiko mencoba trend dan cara baru. Banyak cara dan trend terbaru yang pastinya lebih efektif untuk diaplikasikan. Tidak ada salahnya untuk mencoba hal baru yang nantinya akan membawa keuntungan tersendiri bagi Anda. Bila Anda masih berpikir cara dan pendekatan yang terdahulu masih efektif untuk diaplikasikan, bersiaplah untuk tercengang bahwa ada cara yang lebih efektif dibandingkan cara yang selama ini Anda anut.

Iklan lowongan baru setiap hari berarti kesempatan baru. Jangan sampai ketinggalan. Buat Job Alert

Buat Portofolio

Portofolio adalah kumpulan dokumen yang berisi laporan lengkap Anda yang bertujuan untuk mendokumentasikan perkembangan suatu proses dalam mencapai tujuan yang ditujukan. Siapkan portofolio yang berisi pengalaman Anda dalam berkarir dan sertakan juga berbagai sertifikat yang Anda raih.
Pastikan portofolio Anda lebih banyak diiisi dengan grafik dan angka juga berbentuk dalam pointers untuk lebih memudahkan dalam membaca. Dengan membuat portofolio memperlihatkan apa yang telah Anda capai, efektivitas Anda dan juga menunjukkan kesiapan Anda untuk menghadapi tantangan baru.

Mempunyai Objektif Karir yang Jelas

Objektif karir yang jelas dan terarah akan membuat perekrut mengetahui bahwa Anda adalah orang yang sedang fokus untuk mengembangkan karir. Selain itu,  objektif karir yang jelas akan menjelaskan bahwa Anda mempunyai niat untuk membangun karir yang stabil dan bukan hanya sekedar mengejar gaji semata. Rencanakan objektif karir selama minimal 5 tahun ke depan sehingga perusahaan akan mengetahui bahwa Anda siap bekerja untuk mereka dan tidak akan melakukan job hopping.

Tunjukkan Niat Anda

Beberapa perusahaan mungkin lebih menyenangi untuk merekrut fresh graduate karena dari segi pengalaman yang minim sehingga lebih bisa menekan biaya dalam pemberian gaji karyawan. Sedangkan di beberapa perusahaan lainnya, lebih memilih untuk merekrut yang telah memiliki pengalaman dan jam kerja yang lebih tinggi dalam segi keahlian. Di masa ekonomi yang sulit seperti saat ini, banyak perekrut yang tidak ingin mengambil risiko memperkerjakan yang belum memiliki banyak pengalaman dan memilih para ahli agar perusahaan dapat berjalan atau malah melesat lebih maju. Gunakan kesempatan ini untuk menunjukkan kemampuan Anda bahwa orang seperti Andalah yang dibutuhkan oleh perusahaan seperti tersebut.

Tetaplah Bersemangat

Ya, kami tau Anda sudah memiliki pengalaman banyak dan bahkan mungkin telah memenangkan berbagai macam penghargaan bergengsi. Namun, bukan berarti kelebihan Anda tersebut memperbolehkan Anda untuk sombong dan besar kepala. Tetaplah rendah hati dan untuk menghindari kesan membanggakan diri sendiri sebaiknya katakan bahwa Anda telah mempunyai cukup banyak pengalaman dan penghargaan. Tunjukkan bahwa Anda akan berkontribusi membangun perusahaan dengan tetap bersemangat dan fokus.

Anda dapat menunjukkan kesungguhan Anda dengan mencantumkannya dalam objektif karir dalam resume. Saat interview kerja tiba, tetaplah bersikap profesional namun jangan kaku. Pastikan obrolan dengan pewawancara saat wawancara kerja nanti lancar dan jangan lupa untuk tanyakan seputar perusahaan atau tanggung jawab yang akan Anda emban nanti. Tetaplah menjadi diri Anda sendiri dengan mejawab pertanyaan secara jujur, sehingga pewawancara dapat megetahui bahwa Anda dapat bekerja sama dengan tim.

Mendapatkan pekerjaan di umur 40 tahunan memang terkadang sulit, namun bukan merupakan suatu hal yang mustahil. Jangan sampai Anda kehilangan semangat karena harus bersaing dengan generasi millennial yang juga sudah memasuki dunia kerja. Jadikan hal tersebut semangat karena Anda mempunyai pengalaman lebih dibanding para generasi millennial.

5 Kata Terlarang Saat Interview


Kata Terlarang Saat Interview

Setelah penantian yang panjang, akhirnya perusahaan idamanmu memanggil untuk interview. Segera, setelah menerima informasi tersebut, kamu pastilah menyiapkan apa yang harus dibawa. Dari mulai mencetak CV, surat lamaran hingga menyiapkan pakaian yang akan dikenakan. Sehari sebelum dilaksanakan wawancara kerja, kamu sudah sangat yakin untuk esok datang ke calon kantor barumu. Tapi tunggu dulu, kamu yakin semuanya sudah kamu persiapkan? Ya memang dokumen-dokumen pelengkap dan pakaian  profesional sudah kamu siapkan. Namun, sudahkah kamu menyiapkan apa yang harus kamu katakan di depan pewawancara? Sudahkah kamu menyiapkan kata-kata apa yang seharusnya tidak kamu ucapkan? Tenang saja, berikut kami berikan daftar beberapa kata yang sebaiknya tidak kamu ucapkan saat interview. Silahkan dibaca

Jangan Ucapkan Kalimat Ini Saat Interview

“Sepertinya Saya Tidak Bisa Mengerjakannya.”

Saat wawancara kerja berlangsung, kamu haruslah bisa mempromosikan keahlian dan prestasimu dengan baik. Satu hal yang harus kamu hindari adalah membuat pewawancara berpikir kamu bukan kandidat yang cocok dengan posisi tersebut. Jika keahlian yang dibutuhkan di pekerjaan tersebut tidak kamu kuasai, sebaiknya kamu beritahu dengan jujur dan yakinkan bahwa kamu bisa menguasai keahlian tersebut seiiring berjalannya waktu.

 “Ya. Tidak. Ya. Tidak.”

jobsDBers, ingatlah bahwa menjawab pertanyaan dengan satu kata saja tidak akan membawamu ke tahapan setelah interview. Dalam menjawab pertanyaan pewawancara, kamu harus  menjawab secara detail pertanyaan tersebut. Tujuan diadakan wawancara kerja adalah agar pewawancara mengetahui lebih dalam informasi tentang calon kandidat, jadi uraikan secara terperinci jawaban dari setiap pertanyaan pewawancara. Dengan penjabaran yang detail, kesempatanmu untuk diterima akan semakin besar.

 “Berapa Gaji Saya?”

Gaji merupakan hal yang utama saat kamu bekerja, namun jangan sampai kamu menanyakan kisaran besar gaji yang akan kamu terima sebelum pewawancara membicarakan masalah gaji terlebih dahulu. Tunggu sampai pewawancara mengajukan pertanyaan seputar gaji, baru kamu bisa menanyakan gaji dan benefit yang akan kamu dapat. Jika kamu menanyakan masalah gaji terlebih dahulu, pewawancara menganggap kamu hanya akan tertarik kepada uang saja.

“Atasan Saya Terdahulu Sangat Tidak Menyenangkan.”

Mantan atasanmu mungkin menjadi salah satu alasan kamu keluar dari pekerjaan terdahulu dan masih ada cerita buruk antara kamu dengan mantan bosmu, namun jangan pernah menceritakan pengalaman burukmu tersebut kepada pewawancara. Hal ini akan memberikan kesan bahwa kamu menjelek-jelekkan mantan bosmu dan pewawancara akan beranggapan kamu akan melakukan hal yang sama di masa depan. Jika pewawancara menanyakan pendapatmu tentang kantormu terdahulu, berikan jawaban yang berkaitan dengan kurangnya tantangan dan bagaimana rekan kerja ataupun bosmu yang terdahulu membantu dalam meningkatkan karirmu.

“Tidak Ada yang Ingin Saya Tanyakan.”

Salah satu pertanyaan yang paling sering ditanyakan oleh pewawancara adalah, apakah kamu mempunyai pertanyaan atau tidak. Tunjukkan ketertarikanmu dengan mengajukan pertanyaan seputar posisi yang kamu lamar ataupun tentang perusahaannya. Kamu bisa mengajukan pertanyaan seperti, seperti apa orang-orang yang akan menjadi tim-mu nanti atau apakah posisi yang akan kamu tempati merupakan posisi baru atau tidak. Pertanyaan-pertanyaan seperti tadi bisa memberimu sedikit gambaran mengenai seperti apa rekan kerjamu nanti dan pekerjaan apa saja yang akan kamu kerjakan.

Selama interview berlangsung, pikirkan baik-baik jawaban yang akan berikan. Siapkan hal-hal yang dibutuhkan untuk interview, seperti dokumen-dokumen dan pakaian yang akan kamu kenakan, maksimal satu hari sebelum hari interview. Jangan baru menyiapkan dokumen dan pakaian sesaat sebelum berangkat wawancara kerja, ini akan membuatmu terburu-buru dan kamu tidak bisa memberikan yang terbaik saat interview nanti. Semoga artikel kami membantumu dalam menghadapi interview kerja ya